Clash of Kings

Clash of Kings

Clash of Kings

Stats

Lv. 90/90
Base ATK 510
CRIT Rate 27.6%

Weapon Effect

Without Heed for Day nor Night

Setelah Karakter yang mengenakan melancarkan Elemental Skill, mendapatkan Laws of the Board selama 6 detik: ATK +20%, Elemental Mastery +100 poin. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 12 detik dan tidak dapat ditumpuk. Selama efek berlangsung, saat Charged Attack Karakter yang mengenakan mengenai musuh, durasi efek di atas akan diperpanjang 6 detik, hingga maksimum 6 detik perpanjangan durasi melalui cara ini.

Total Materials

Description

Konon, di suatu bangsa jauh di seberang lautan bintang, atau mungkin di era kuno yang belum tercatat dalam sejarah maupun legenda, terdapat sebuah dunia rahasia yang tak seorang pun ketahui.
Seperti awal dari semua mitos, dunia ini pada mulanya adalah kekacauan tanpa awal dan akhir. Hanya ada tiga dewa yang menghabiskan waktu mereka dengan sia-sia di dalam kekosongan yang abadi.

Dewa pertama menyebut dirinya sendiri "Keberanian". Ia memiliki kekuatan dan wibawa suci yang tak terbatas, dan tidak ada seorang pun di seluruh alam semesta yang mampu mengalahkannya dalam pertempuran.
Dewa kedua disebut "Muslihat", ia memiliki kebijaksanaan dan kecerdikan yang tak terbatas, dan sejak zaman dahulu hingga kini tidak ada seorang pun yang mampu menebak tipu daya dan siasat politiknya.
Mungkin karena ketidakcocokan kepribadian, atau mungkin hanya untuk mengisi waktu, kedua dewa itu terus-menerus bertarung satu sama lain tanpa henti sejak awal penciptaan.
Namun, baik kecerdikan maupun kekuatan tidak memiliki makna nyata di dunia yang tanpa awal dan akhir ini, begitu pula dengan persaingan kedua dewa tersebut.
Tidak ada yang bisa menang, namun tidak ada pula yang mau mengakui kekalahan. Hingga akhirnya, dewa ketiga yang selama ini diam, yaitu "Alam", mendapat sebuah ide yang menarik.

"Mari kita ciptakan dunia baru dan tentukan pemenangnya dengan dadu."
"Bahkan para dewa pun tidak bisa memengaruhi hasil dadu setelah dilempar."

Meskipun tidak diketahui apa yang terjadi di antara itu, pada akhirnya ketiga dewa sepakat untuk sementara menghentikan perselisihan dan bergabung dalam rencana agung tersebut.
Sang dewa "Keberanian" meratakan bumi, membentuknya menjadi papan catur persegi empat, lalu menumpuk gunung-gunung dan sungai-sungai yang meniru wujud dunia masa lalu dalam ingatannya.
Sementara dewa "Muslihat" mengukir bidak-bidak catur dengan berbagai wujud: malaikat, manusia, jinni, hantu, serta naga dan monster yang dikendalikan oleh dewa alam.
Maka langit dan bumi pun tercipta, dan segalanya menjadi ada.

Ribuan siang dan malam berlalu begitu cepat, petualangan dan Legend yang tak terhitung jumlahnya silih berganti terjadi di dunia kecil yang baru diciptakan ini.
Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah berubah—hanya dadu di tangan para dewa yang dapat menentukan nasib dunia.

Bahkan seorang prajurit berpengalaman sekalipun, meski dengan sekali kibasan ringan ia mampu menghancurkan tembok yang terbuat dari baja murni.
Namun tetap saja bisa kalah melawan iblis di hadapannya meski sudah berjuang sekuat tenaga karena angka__ yang keluar sungguh menyedihkan.

"Sialan! Tapi untungnya aku sudah bersiap sejak tadi, zirah pemberian dewa yang dikenakan oleh sang pahlawan 'Pemberani' memiliki satu kali pengecualian dari kondisi sekarat. Sekarang aku akan membangkitkan kembali sang pahlawan, lalu melempar dadu sekali lagi ..."
"Hmm, tapi sebelum itu perlu dilakukan satu pemeriksaan dulu. Karena sang pahlawan memasuki kondisi lemah, pedang sihir yang dirasuki jiwa raja iblis generasi sebelumnya melancarkan serangan telepati kepada pemiliknya..."
"Tunggu, aturan ini dari mana? Aku tidak pernah melihatnya di buku peraturan!"
"Buku 'Segala Aturan__' halaman delapan puluh tiga, kamu pasti tidak mempelajari versi yang sudah diperbarui dengan saksama."

"Dasar iblis tua licik, kamu memperdayaku!"
"Bicara apa kau? Tidak ada kata curang dalam peperangan... Salahmu sendiri tidak bisa meningkatkan kemampuan penghalang batinmu. Baiklah, sekarang sang Pahlawan sudah menjadi bidak milikku, aku akan mengendalikan sang Pahlawan untuk menyerang teman-temannya ..."
"Tunggu, karena sang Pahlawan dikendalikan oleh kehendak Raja Iblis__ dari generasi sebelumnya, secara teoritis ia seharusnya tidak termasuk dalam faksi Pasukan Raja Iblis saat ini, melainkan berubah menjadi monster 'liar'..."
"Omong kosong apa lagi ini?!"
"Kan, begitu kena giliranmu, kamu juga heboh."
"Seiring sang pahlawan dirasuki oleh Raja Iblis generasi sebelumnya, Raja Iblis yang sekarang pun bukan tandingannya. Dunia kembali ke tangan suku iblis kuno ... petualangan berakhir di sini, dan keduanya tidak meraih kemenangan."
"Tidak masalah, mari kita ciptakan petualang-petualang baru, lalu mulai babak lagi ... lagi pula kita masih memiliki waktu yang tak terbatas, dengan petualangan yang tak terbatas pula untuk mengisi waktu."