Cryo

Lohen Lohen

Sharpened Arrowhead Sharpened Arrowhead

Cryo

Lohen Lohen

Sharpened Arrowhead Sharpened Arrowhead

Story

Perekam Komunikasi Serbaguna Semu

Mika selalu menata Perekam Komunikasi Serbaguna Semu miliknya dengan rapi.
Bukan cuma detail medan, lokasi penting, dan rute perjalanan rutin yang tercatat di dalamnya, kadang juga ditambahkan jejak aktivitas monster serta perkiraan area berbahaya.
Informasi adalah dasar pergerakan pasukan. Namun, selain informasi, ada juga knight yang juga tertarik dengan perangkat itu sendiri.
Contohnya Lohen.
"Ini rumit sekali ya ya, dan kamu bisa pakai semahir itu?" Setelah selesai menanyakan penyebaran musuh secara rutin, Lohen tiba-tiba memuji, "Hebat."
Tiba-tiba mendapat pujian dari senior yang seumuran tetapi reputasinya jauh berbeda, selain gugup, Mika juga merasa sedikit terkejut, sekaligus senang.
Lohen banyak bertanya, dengan penuh antusias. Karena Mika juga jarang membahas perangkat pemetaannya sendiri dengan knight lain selain teknisi, jadi tanpa sadar, mereka mulai mengobrol dengan akrab.
"Hmm, dengan perangkat sekuat ini, kamu pasti tahu banyak area tempat musuh berkumpul, kan?" "Ngomong-ngomong, biasanya gimana cara kamu perbaiki perangkatnya? Ada suku cadangnya?"
Jangan-jangan senior kecil yang "terkenal" ini ternyata tidak seseram rumor yang beredar?
Mika menjawab semua pertanyaan dengan antusias dan rinci, Lohen juga menyipitkan mata sambil mengangguk, diam-diam mencatat hal-hal yang ingin dia ketahui, dan mengabaikan hal-hal yang tidak diminatinya.
Setelah mengobrol sesaat, Mika perlahan sadar kalau setiap area yang ditanyakan Lohen selalu menjadi jauh lebih sunyi beberapa hari kemudian.
Jika luka-luka baru yang sering bermunculan di tubuh Lohen dikaitkan dengan dirinya yang sering menghilang dalam waktu singkat, semua ini tidak bisa lagi dianggap sebagai sebuah "kebetulan". Mika langsung menarik kesimpulan yang meresahkan: hasil pemetaannya sendiri sedang dimanfaatkan oleh Lohen, dengan cara yang sangat berbahaya dan "efisien".
Dengan pertimbangan matang, Mika mulai menghapus beberapa titik kumpul monster yang tidak berhubungan dengan operasi pada cetak biru yang diberikan kepada Lohen. Dia juga semakin terbata-bata saat menghadapi pertanyaan Lohen.
"Eh ... penjelasan lebih lanjut sudah aku laporkan!" "L ... lebih baik kita ikuti komando Grand Master saja!"
Menghadapi Mika yang berusaha menghindar, Lohen tidak memaksa lebih lanjut. Dia hanya tersenyum penuh makna. Tatapannya sengaja atau tak sengaja tertuju pada perangkat pemetaan yang didekap erat Mika di depan dadanya.
Sejak saat itu, Mika menjadi lebih berhati-hati dalam menyimpan perangkatnya. Dia akan memastikan, apa bukunya sudah tersimpan dengan baik sebelum beranjak, memeriksa berulang kali apa jumlah halamannya lengkap waktu menyerahkan data, bahkan menoleh ke belakang setelah berjalan agak jauh, seolah khawatir ada orang di belakangnya yang sedang menatap buku itu.
Namun meski begitu, pergerakan Lohen tetap tidak banyak terhambat. Seolah-olah dia sudah hafal betul informasi yang ingin disembunyikan Mika ... benar-benar seperti sulap.
Mika sama sekali tidak mengerti, hingga suatu ketika di pesta api unggun pasukan ekspedisi.
Ekbert bersikeras ingin menampilkan trik sulap Fontaine yang baru dipelajarinya untuk memeriahkan suasana, tapi karena terlalu mabuk, triknya malah terbongkar.
Dia tadinya mau menunjukkan trik "penipuan besar-besar", tapi tanpa sengaja, dia memperlihatkan dua kartu yang hampir sama persis di depan penonton.
Trik sulapnya sebenarnya sederhana, dia diam-diam menggunakan kartu palsu yang telah disamarkan, membawa kartu asli yang dipilih penonton, lalu menggunakan kartu palsu itu untuk menarik perhatian penonton. Dalam jeda yang sangat singkat ini, dia memanipulasi kartu aslinya. Sayangnya, belum juga dimulai, triknya sudah berakhir.
Di tengah gelak tawa seisi ruangan, entah kenapa Mika malah teringat pertanyaan yang pernah Lohen tanyakan dulu sekali.
"Ngomong-ngomong, biasanya gimana cara kamu perbaiki perangkatnya? Ada suku cadangnya?"
Pada detik itu, beberapa detail mendadak jadi jelas: Persediaan suku cadang yang berkurang entah kenapa, halaman buku yang sesekali tidak bisa dibuka karena rusak ....
Mana mungkin ada orang yang baru kenal sebentar, tapi sudah mulai merencanakan cara untuk mengerjai rekan kerjanya?
Masa ada orang yang di luarnya kelihatan antusias dan banyak tanya, tapi diam-diam malah merencanakan jahil?
Dan pastinya tidak mungkin ada orang yang memanfaatkan momen lengah sesaat untuk mengganti perangkat surveinya, menyalin informasi intelijen, lalu mengembalikan semuanya seperti semula ..., kan?
Saat memikirkan hal ini, Mika tiba-tiba merasakan tatapan tajam, bagai burung kecil yang sedang diincar pemburu. Tapi saat mendongak, dia hanya melihat Lohen ikut tertawa lepas di tengah kerumunan, tanpa menatap ke arah siapa pun.
Tawa itu terdengar lepas, bahkan bisa dibilang tulus ... sama seperti saat pertama kali dia mengobrol dengan hangat bersama dirinya sendiri, tidak terlihat dibuat-buat.

Perekam Komunikasi Serbaguna Semu

Mika selalu menata Perekam Komunikasi Serbaguna miliknya dengan rapi.
Bukan cuma detail medan, lokasi penting, dan rute perjalanan rutin yang tercatat di dalamnya, kadang juga ditambahkan jejak aktivitas monster serta perkiraan area berbahaya.
Informasi adalah dasar pergerakan pasukan. Namun, selain informasi, ada juga knight yang juga tertarik dengan perangkat itu sendiri.
Contohnya Lohen.
"Ini rumit sekali ya ya, dan kamu bisa pakai semahir itu?" Setelah selesai menanyakan penyebaran musuh secara rutin, Lohen tiba-tiba memuji, "Hebat."
Tiba-tiba mendapat pujian dari senior yang seumuran tetapi reputasinya jauh berbeda, selain gugup, Mika juga merasa sedikit terkejut, sekaligus senang.
Lohen banyak bertanya, dengan penuh antusias. Karena Mika juga jarang membahas perangkat pemetaannya sendiri dengan knight lain selain teknisi, jadi tanpa sadar, mereka mulai mengobrol dengan akrab.
"Hmm, dengan perangkat sekuat ini, kamu pasti tahu banyak area tempat musuh berkumpul, kan?" "Ngomong-ngomong, biasanya gimana cara kamu perbaiki perangkatnya? Ada suku cadangnya?"
Jangan-jangan senior kecil yang "terkenal" ini ternyata tidak seseram rumor yang beredar?
Mika menjawab semua pertanyaan dengan antusias dan rinci, Lohen juga menyipitkan mata sambil mengangguk, diam-diam mencatat hal-hal yang ingin dia ketahui, dan mengabaikan hal-hal yang tidak diminatinya.
Setelah mengobrol sesaat, Mika perlahan sadar kalau setiap area yang ditanyakan Lohen selalu menjadi jauh lebih sunyi beberapa hari kemudian.
Jika luka-luka baru yang sering bermunculan di tubuh Lohen dikaitkan dengan dirinya yang sering menghilang dalam waktu singkat, semua ini tidak bisa lagi dianggap sebagai sebuah "kebetulan". Mika langsung menarik kesimpulan yang meresahkan: hasil pemetaannya sendiri sedang dimanfaatkan oleh Lohen, dengan cara yang sangat berbahaya dan "efisien".
Dengan pertimbangan matang, Mika mulai menghapus beberapa titik kumpul monster yang tidak berhubungan dengan operasi pada cetak biru yang diberikan kepada Lohen. Dia juga semakin terbata-bata saat menghadapi pertanyaan Lohen.
"Eh ... penjelasan lebih lanjut sudah aku laporkan!" "L ... lebih baik kita ikuti komando Grand Master saja!"
Menghadapi Mika yang berusaha menghindar, Lohen tidak memaksa lebih lanjut. Dia hanya tersenyum penuh makna. Tatapannya sengaja atau tak sengaja tertuju pada perangkat pemetaan yang didekap erat Mika di depan dadanya.
Sejak saat itu, Mika menjadi lebih berhati-hati dalam menyimpan perangkatnya. Dia akan memastikan, apa bukunya sudah tersimpan dengan baik sebelum beranjak, memeriksa berulang kali apa jumlah halamannya lengkap waktu menyerahkan data, bahkan menoleh ke belakang setelah berjalan agak jauh, seolah khawatir ada orang di belakangnya yang sedang menatap buku itu.
Namun meski begitu, pergerakan Lohen tetap tidak banyak terhambat. Seolah-olah dia sudah hafal betul informasi yang ingin disembunyikan Mika ... benar-benar seperti sulap.
Mika sama sekali tidak mengerti, hingga suatu ketika di pesta api unggun pasukan ekspedisi.
Ekbert bersikeras ingin menampilkan trik sulap Fontaine yang baru dipelajarinya untuk memeriahkan suasana, tapi karena terlalu mabuk, triknya malah terbongkar.
Dia tadinya mau menunjukkan trik "penipuan besar-besar", tapi tanpa sengaja, dia memperlihatkan dua kartu yang hampir sama persis di depan penonton.
Trik sulapnya sebenarnya sederhana, dia diam-diam menggunakan kartu palsu yang telah disamarkan, membawa kartu asli yang dipilih penonton, lalu menggunakan kartu palsu itu untuk menarik perhatian penonton. Dalam jeda yang sangat singkat ini, dia memanipulasi kartu aslinya. Sayangnya, belum juga dimulai, triknya sudah berakhir.
Di tengah gelak tawa seisi ruangan, entah kenapa Mika malah teringat pertanyaan yang pernah Lohen tanyakan dulu sekali.
"Ngomong-ngomong, biasanya gimana cara kamu perbaiki perangkatnya? Ada suku cadangnya?"
Pada detik itu, beberapa detail mendadak jadi jelas: Persediaan suku cadang yang berkurang entah kenapa, halaman buku yang sesekali tidak bisa dibuka karena rusak ....
Mana mungkin ada orang yang baru kenal sebentar, tapi sudah mulai merencanakan cara untuk mengerjai rekan kerjanya?
Masa ada orang yang di luarnya kelihatan antusias dan banyak tanya, tapi diam-diam malah merencanakan jahil?
Dan pastinya tidak mungkin ada orang yang memanfaatkan momen lengah sesaat untuk mengganti perangkat surveinya, menyalin informasi intelijen, lalu mengembalikan semuanya seperti semula ..., kan?
Saat memikirkan hal ini, Mika tiba-tiba merasakan tatapan tajam, bagai burung kecil yang sedang diincar pemburu. Tapi saat mendongak, dia hanya melihat Lohen ikut tertawa lepas di tengah kerumunan, tanpa menatap ke arah siapa pun.
Tawa itu terdengar lepas, bahkan bisa dibilang tulus ... sama seperti saat pertama kali dia mengobrol dengan hangat bersama dirinya sendiri, tidak terlihat dibuat-buat.
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)
You are now viewing the differences between v6.7.52 Rev. 46742688 -> v6.7.53 Rev. 46792811 for Lohen (Beta)