Talents
Dawnstar Piercer Lv.
10
Normal Attack
Melancarkan hingga 5 serangan berturut-turut menggunakan tombak.
Charged Attack
Mengonsumsi sejumlah Stamina untuk menerjang ke depan, mengakibatkan DMG pada musuh di jalurnya.
Plunging Attack
Menerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan DMG area saat mendarat.
Skill Attributes
| Attribute | Value |
|---|---|
| DMG Tahap 1 | 85.5% |
| DMG Tahap 2 | 79.6% |
| DMG Tahap 3 | 105.4% |
| DMG Tahap 4 | 52.0%+52.0% |
| DMG Tahap 5 | 129.7% |
| DMG Charged Attack | 218.8% |
| Konsumsi Stamina Charged Attack | 25.0 |
| DMG Selama Plunging | 126.4% |
| DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi | 253%/316% |
Spring Spirit Summoning Lv.
10
Memadatkan embun beku perak untuk mengusir semua iblis.
Memberikan efek "Icy Quill" pada seluruh anggota party di sekitar dan mengakibatkan Cryo DMG berdasarkan cara skill dilancarkan, yaitu ditekan atau ditahan.
Mode Tekan
Menerjang ke arah depan bersama "Talisman Spirit" dan mengakibatkan Cryo DMG pada musuh yang berada di jalur serangan.
Mode Tahan
Memerintahkan Talisman Spirit untuk mengakibatkan Cryo DMG Area.
Icy Quill
Saat Normal Attack, Charged Attack, Plunging Attack, Elemental Skill, dan Elemental Burst mengakibatkan Cryo DMG kepada musuh, DMG yang diakibatkan akan meningkat sesuai dengan ATK Shenhe saat ini.
Efek Icy Quill akan hilang setelah durasinya berakhir atau lapisannya terkonsumsi dalam jumlah tertentu. Icy Quill yang dilancarkan dengan Mode Tahan akan memiliki durasi lebih lama dan jumlah lapisan lebih banyak.
Saat satu serangan Cryo DMG mengenai beberapa musuh secara bersamaan, jumlah lapisan Icy Quill yang dikonsumsi akan disesuaikan dengan jumlah musuh yang terkena serangan. Efek dan jumlah lapisan Icy Quill untuk setiap Karakter dalam party akan dihitung secara terpisah.
"Kekuatan roh bukanlah suatu kepalsuan. Gadis suci ini telah diperintahkan untuk segera bergegas!"
Skill Attributes
| Attribute | Value |
|---|---|
| DMG Skill (Mode Tekan) | 251% |
| DMG Skill (Mode Tahan) | 339.8% |
| Peningkatan DMG | 82.2% ATK |
| Durasi Mode Tekan/Tahan | 10.0 detik/15.0 detik |
| Jumlah Lapisan Mode Tekan/Tahan | 5 lapis/7 lapis |
| Cooldown (Mode Tekan) | 10.0 detik |
| Cooldown (Mode Tahan) | 15.0 detik |
Divine Maiden's Deliverance Lv.
10
Melepaskan kekuatan Talisman Spirit, membiarkannya bergerak bebas di dunia ini, dan mengakibatkan Cryo DMG Area.
Talisman Spirit akan menciptakan sebuah area yang mengurangi Cryo RES dan Physical RES musuh yang berada di dalamnya. Selama durasinya, area ini terus mengakibatkan Cryo DMG kepada musuh yang berada di dalamnya.
"Jalan Adeptus tidaklah didasarkan pada sesuatu yang abstrak dan misterius. Hanya dengan mengamati perubahan di langit dan bumi, dan memahami hukum sebab akibat di dunia ini, barulah kebenaran dapat dipahami."
Skill Attributes
| Attribute | Value |
|---|---|
| DMG Skill | 181% |
| Penurunan RES | 15.0% |
| DMG Berkelanjutan | 59.6% |
| Durasi | 12.0 dtk |
| Cooldown | 20.0 dtk |
| Konsumsi Energy | 80 |
Passives
Deific Embrace
Spirit Communion Seal
·Mode Tekan: Meningkatkan 15% DMG Elemental Skill dan Elemental Burst selama 10 detik.
·Mode Tahan: Meningkatkan 15% DMG Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack selama 15 detik.
Precise Comings and Goings
Constellations
01
Clarity of Heart
02
Centered Spirit
03
Seclusion
Maksimum: Lv. 15.
04
Insight
·Saat Shenhe melancarkan Spring Spirit Summoning, dia akan mengonsumsi semua lapisan Skyfrost Mantra dan meningkatkan DMG yang diakibatkan oleh Spring Spirit Summoning sebesar 5% untuk setiap lapisan yang dikonsumsi.
·Efek ini dapat ditumpuk hingga 50 lapis dan berlangsung selama 60 detik.
05
Divine Attainment
Maksimum: Lv. 15.
06
Mystical Abandon
Materials Calculator
Voice Lines
Halo
Berbincang: Rumah
Berbincang: Semboyan
Story
Description
Info Karakter
Secara resmi, dia adalah muridnya Cloud Retainer, tapi berkat pengetahuan dan kepintarannya, Shenhe berhasil mengambil hati para Adeptus yang lain.
Akhirnya Shenhe belajar dari mereka semua dan menjadi seorang manusia yang ahli dalam ilmu Adeptus.
Bahkan pembawaan dan temperamen Shenhe sangat mirip Adeptus. Tidak heran kalau Shenhe sering dikira sebagai Adeptus saat pertama kali bertemu dengannya.
Tetapi justru karena terisolasi selama bertahun-tahun di hutan dan pegunungan, Shenhe tidak punya banyak teman selain para Adeptus dan beberapa hewan suci.
Isolasi ini membuat Shenhe menjadi penyendiri dan bersikap acuh tak acuh.
Kisah Karakter 1
Kisah Karakter 2
Kisah Karakter 3
Kisah Karakter 4
Kisah Karakter 5
Sisir Giok Putih
Vision
Dressing Room
Frostflower Dew
Layangan, Lentera Xiao, dan dekorasi jendela yang digunting dari kertas warna ... Anak-anak Liyue selalu menatap semua ini setiap kali mereka melewatinya.
Begitu orang tua di sebelahnya sadar dan membeli mainan itu untuk dijadikan hadiah kepada mereka, anak-anak itu akan menyunggingkan senyumnya.
Ingatan masa kecil Shenhe tidak mengandung memori seperti itu, jadi dia tidak terlalu bisa memahami perasaan anak-anak saat itu. Tapi saat melihat mata mereka yang berbinar, dia percaya, semua mainan pasti berhubungan dengan sejenis emosi yang indah.
Dia masih belum tahu persis apa emosi itu. Tapi keindahan ini mungkin bisa membuat hatinya menjadi sedikit lebih lembut.
"Shenhe sepertinya tertarik dengan mainan". Ini adalah kesimpulan yang ditarik Xianyun setelah mengamati Shenhe yang melihat toko mainan sampai bengong.
Dia tahu betul bahwa muridnya, Shenhe, kehilangan keluarganya saat masih kecil. Sejak itu, dia mengikuti dirinya untuk berlatih, sehingga jarang sekali memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan mainan.
Sekarang Shenhe sudah kembali hidup bersama dengan manusia, dia juga mengubah bentuk dirinya seperti manusia. Setelah berbaur dalam dunia manusia, jika dibandingkan dengan anak-anak manusia, Shenhe memang melewatkan banyak kesempatan untuk bisa tersenyum.
Sebagai guru dan seniornya, memang sudah selayaknya untuk menemani muridnya jalan-jalan ke kios mainan, kan?
"Master sepertinya suka sekali mainan". Begitu pikir Shenhe saat dia dan gurunya, Xianyun, sedang berbicara dengan Nenek Shan untuk keenam kalinya.
Sebenarnya, dia tidak terlalu mengerti apa yang menarik dari dekorasi dinding atau petasan ini.
Gurunya sering menggunakan jimat untuk menciptakan berbagai burung warna-warni untuk menghiasi kediamannya. Ciptaannya itu jauh lebih hidup dan nyata dari dekorasi ini, dan lebih cantik pula. Kalau soal suara petasan, suaranya malah lebih kasar dibandingkan dengan lagu Adeptus yang sering dia dengarkan.
Mainan juga tidak terlalu menarik baginya. Sebenarnya dia lebih tertarik dengan senyum di wajah anak-anak waktu melihat mainan itu.
Tapi gurunya itu sepertinya sangat tertarik. Mulai dari cara membuat mainan sampai cara melempar petasan, dia tanyakan dengan rinci sekali. Akhirnya, gurunya bertanya mainan mana yang paling dia sukai.
Dia percaya bahwa hal yang menarik perhatian gurunya pasti bermakna, dan dia pun menjawab dengan jujur. Lalu, dia menatap wajah sang Master yang tenang, seperti sedang merenung, namun diam seribu bahasa.
"Shenhe sama sekali tidak suka mainan". Setelah mencoba membawanya keliling kios mainan beberapa kali, Xianyun akhirnya menyadari fakta ini.
Kalau tidak, waktu dia sudah mengobrol dengan Nenek Shan beberapa kali, mulai dari ketidakcocokan dari dekorasi jendela kertas yang dijual, atau bagaimana cara meningkatkan bagian luar petasan agar lebih aman untuk anak-anak, bahkan sampai Nenek Shan bisa mengaguminya, selama masa ini, tidak sekali pun dia melihat Shenhe menunjukkan ekspresi lemah lembut yang sama seperti saat di depan toko pada waktu itu.
Mungkin yang dibutuhkan muridnya itu bukan mainannya sendiri.
Masa kanak-kanak dan masa mudanya berlalu begitu saja. Yang berlalu tak akan pernah kembali. Jadi, apa yang harus dilakukannya sebagai orang yang lebih tua?
Lantern Rite akan segera tiba, dan menurut tradisi manusia, festival ini adalah saat yang tepat untuk menerima hadiah. Tahun sebelumnya bukannya dia sendiri sudah pernah menerima hadiah dari Qixing ...?
Hadiah ... Ah, lumayan juga ide ini ....
Setelah Shenhe dan Ganyu menerima hadiah Lantern Rite dari gurunya, barulah Shenhe menyadari maksud gurunya.
Saat berdiri di depan kios mainan, sebenarnya tidak ada penyesalan yang tebersit dalam hatinya, tapi maksud gurunya benar-benar membuatnya terkejut.
Dia mengambil gaun panjang yang dihadiahkan gurunya dari kotak hadiah dan menyentuhnya dengan lembut. Saat itulah dia baru bisa merasakan kebahagiaan anak-anak saat melihat mainan pada saat itu.
Setelah dia dan gurunya hidup di dunia manusia, mereka berubah banyak. Mungkin masih ada banyak kejutan seperti ini yang bisa mereka dapatkan dalam kehidupan.
Masih akan ada kesempatan untuk menebus tawa yang terlewatkan di masa lalu. Semua kehangatan yang dia terima akan terus bermukim di dalam hatinya dan akan melelehkan gunung salju yang sudah tertanam lama di tulangnya.
